Di bulan kemerdekaan ini, puluhan kisah luar biasa berhembus dari jalanan panjang di Pulau Jawa dan Madura. Bukan dari panggung kota besar atau layar televisi nasional, tapi dari jalan-jalan desa yang dilalui kendaraan sederhana, dari warung kopi, balai desa, ladang pertanian, dan rak-rak koperasi rakyat. Di sinilah KODE Indonesia menyalakan semangat baru: eXpeDESA de Java+.
Sebuah ekspedisi selama 20 hari di bulan Agustus, bukan untuk pamer keberhasilan, tapi untuk menyerap inspirasi, mendokumentasikan kerja nyata, dan mengikat jejaring desa dari ujung barat ke timur pulau yang menjadi jantung Indonesia ini.
Tanpa target berapa banyak desa yang harus dikunjungi, eXpeDESA de Java+ hanya membawa satu hal: keyakinan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kawan-kawan kecil di desa. Dan selama masih ada yang menyalakan semangat dari bawah, Indonesia punya harapan kuat untuk berdiri di atas kaki sendiri.
🔍 Kenapa Perlu Menjelajah Desa?
Banyak yang bertanya, mengapa harus menjelajah desa? Jawabannya sederhana: karena desa adalah tempat lahirnya daya tahan bangsa. Di saat dunia dilanda krisis, desa-lah yang pertama menyediakan pangan. Di tengah kegamangan arah pembangunan, desa-lah yang tetap teguh memelihara nilai, tradisi, dan gotong royong.
KODE Indonesia, sebagai koperasi jasa komunitas desa yang berbasis digital dan partisipatif, percaya bahwa desa bukanlah objek pembangunan. Desa adalah subjek, pelaku, dan pemilik hak atas masa depannya. Oleh sebab itu, eXpeDESA de Java+ bukan program bantu–membantu, tapi program mendengar–belajar–menyebarkan.
Kami tidak datang membawa solusi. Kami datang membawa telinga dan hati untuk menyimak. Dan membawa pena serta kamera untuk menyampaikan kembali suara desa ke ruang publik nasional.
🌾 Siapa Saja yang Terlibat?
Di sepanjang jalur ekspedisi, kami tidak pernah merasa sendiri. Setiap desa menyambut seperti saudara lama yang baru pulang. Tapi lebih dari itu, banyak pihak yang menyatukan langkah dalam ekspedisi ini:
- RPDN (Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara), yang selama ini bekerja sunyi tanpa panggung namun menjadi motor penggerak komunitas.
- APDESI dan DPN PPDI,( Aparatur desa), yang menjaga pelayanan publik meski dengan anggaran minim.
- Forum BUMDes, yang menjadi laboratorium ekonomi lokal.
- Koperasi desa (KopDes), yang mulai membuktikan bahwa demokrasi ekonomi bisa dijalankan dari tingkat tapak.
- Jurnalis akar rumput dari MOJO Indonesia, yang turut merekam dan menyebarluaskan cerita dengan sudut pandang warga.
- Kawan-kawan dari INTANI, yang mendampingi para petani dan nelayan untuk naik kelas melalui inovasi dan digitalisasi.
Di sini, semua berkumpul dalam satu cita: menyuarakan bahwa desa punya daya, bukan hanya data.
🛤️ Bukan Soal Berapa Desa, Tapi Seberapa Dalam Kita Masuk ke Jiwa Desa
Ada desa yang kami kunjungi hanya beberapa jam, ada yang kami habiskan sehari penuh bahkan mungki kami menginap. Tetapi tujuannya bukan mengumpulkan angka kunjungan, melainkan mengikat pengalaman sebanyak mungkin—sehingga tiap desa yang kami datangi benar-benar tertulis di hati, bukan sekadar dicatat di peta.
Kami akan ikut menyaksikan malam-malam diskusi hangat antara kepala desa, persngkst desa dan kelompok masyarakat.. Di tempat lain, mungkin kami disuguhi teh hangat oleh keluarga pengelola BUMDes
🎥 Menyalakan Narasi Positif dari Desa
Setiap percakapan, gambar, dan catatan selama ekspedisi tidak dibiarkan mengendap. Semua diolah menjadi:
- Artikel naratif yang diterbitkan di kanal id rumahbumdes.id dan Jurnalkopdes.id
- Video dokumenter pendek yang tayang di kanal media sosial dan Youtube TV DESA
- Klip harian berisi cuplikan inspiratif untuk dibagikan secara real-time pada akun sosmed EXPEDESA
- Rangkuman kebijakan, sebagai masukan konkret bagi pemerintah desa, daerah, dan pusat
🤝 Jejaring yang Menyatu, Harapan yang Menyala
Dampak terbesar dari eXpeDESA bukan sekadar konten. Tapi lahirnya koneksi antardesa, antarkoperasi, dan antar-RPDN yang sebelumnya tidak saling mengenal. Kini mereka saling follow, saling sapa, saling kirim pesan, bahkan saling kirim produk untuk dijual di toko desa digital.
Inilah bentuk baru dari gotong royong modern. Desa-desa kini tidak lagi berdiri sendiri. Mereka saling belajar, saling bantu. Dan ini hanya mungkin terjadi karena mereka merasa terhubung dalam satu semangat: dari desa, oleh desa, untuk Indonesia.
📜 Dari Jalanan Menuju Kebijakan
Hasil dari 20 hari perjalanan ini tidak berhenti pada dokumen foto dan video. Tim eXpeDESA de Java+ juga menyusun rekomendasi kebijakan pembangunan desa berbasis praktik nyata. Rekomendasi ini berisi:
- Strategi penguatan koperasi desa berbasis IT
- Skema pendampingan berjenjang untuk BUMDes
- Model pelibatan generasi muda dalam pembangunan desa
- Tata kelola digital berbasis komunitas lokal
- Skenario kolaborasi desa lintas kabupaten
Semua rekomendasi akan dikemas dalam dokumen interaktif dan akan diserahkan kepada Kemendesa PDT, Kemenkop UKM, Kemendagri, dan jejaring mitra pembangunan.
🏁 Penutup: Perjalanan Ini Baru Awal
eXpeDESA de Java+ bukan sebuah perayaan keberhasilan. Ia adalah pengakuan bahwa kekuatan desa itu nyata dan hidup, dan bergerak. Dan perjalanan ini belum selesai. Akan ada eXpeDESA ke Andalas, de Borneo, de Baloma, de Selebes, hingga de Papua. Akan ada lebih banyak kawan desa yang bersuara.
Sebab selama kita masih punya semangat, keyakinan, dan jaringan kawan-kawan di desa, maka jalan perubahan tak akan pernah benar-benar sepi.
: Perjalanan Ini diinisiasi KODE Indonesia seacra Mandiri, Kami yakin hsrus dimulai dan yakin banyak yang peduli, da kamipun terbuka bila ada yang ingin berpartisipasi dsn berdonasi

















