Oleh : Patriot Rieldo Perdana
Koperasi bukan hal baru bagi masyarakat desa. Namun, di banyak tempat, koperasi masih dipahami sebatas lembaga simpan pinjam. Padahal, jika dikelola dengan visi dan arah yang jelas, koperasi dapat menjadi alat transformasi ekonomi yang strategis. Dalam konteks inilah, gagasan Koperasi Desa Merah Putih menemukan relevansinya.
Model koperasi ini tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi kolektif, tetapi juga membangun semangat kewirausahaan, kemandirian, dan kebangsaan. Dengan pendekatan yang tepat, koperasi desa bisa menjadi tempat tumbuhnya entrepreneur lokal yang tangguh dan berdaya saing.
Mengatasi Tantangan Dasar
Salah satu tantangan utama masyarakat desa dalam berwirausaha adalah akses terhadap modal, keterampilan usaha, dan pasar. Di sinilah koperasi hadir sebagai jembatan. Ia bisa menjadi ruang pembelajaran bersama—dari pelatihan produksi, pengemasan, pemasaran digital, hingga pembukuan sederhana. Lebih dari itu, koperasi memberikan rasa memiliki dan rasa aman karena dibangun di atas prinsip gotong royong.
Koperasi Desa Merah Putih mendorong perubahan orientasi koperasi: dari konsumsi ke produksi. Alih-alih hanya menjadi tempat meminjam uang, koperasi diarahkan menjadi wadah pengembangan usaha. Misalnya, membantu petani mengolah hasil panen menjadi produk olahan bernilai jual tinggi, atau membina pemuda desa membuka jasa digital berbasis lokal.
Modal Sosial yang Kuat
Yang membedakan koperasi dari lembaga keuangan biasa adalah kekuatan modal sosial. Dalam kultur desa yang masih menjunjung nilai kekeluargaan dan gotong royong, koperasi berpotensi menjadi simpul kerja kolektif. Jika dikelola secara transparan dan partisipatif, koperasi akan melahirkan kepercayaan yang menjadi bahan bakar utama dalam membangun usaha bersama.
Koperasi Desa Merah Putih juga dapat menjadi model ekonomi Pancasila di tingkat akar rumput. Ekonomi tidak hanya dipandang sebagai alat mencari untung, tetapi sebagai sarana membangun keadilan, kemandirian, dan kemanusiaan yang berkeadaban.
Wirausaha sebagai Agen Perubahan
Entrepreneur desa bukan sekadar pelaku ekonomi. Ia juga agen perubahan sosial. Ketika pemuda desa diberdayakan untuk berwirausaha secara kolektif melalui koperasi, kita tidak hanya mencetak pelaku usaha, tetapi juga pemimpin baru. Mereka adalah orang-orang yang tumbuh dari komunitasnya, bekerja untuk bangsanya, dan memiliki akar yang kuat di tanah sendiri.
Penutup
Jika ingin membangun Indonesia dari pinggiran, koperasi desa perlu ditempatkan kembali sebagai alat strategis pembangunan. Koperasi Desa Merah Putih adalah salah satu jawabannya. Ia tidak hanya membangun ekonomi, tetapi juga membangun karakter, solidaritas, dan harapan. Dari desa yang kuat, lahirlah bangsa yang kokoh.
Penulis adalah Wakil Ketua DPD KNPI Provinsi Bengkulu / Penggiat Kewirausahaan














