Menu

Mode Gelap
Terima Audiensi Bupati Tana Toraja, Wamendes Ariza Minta Pemkab Sukseskan Program MBG

EDUKASI · 6 Sep 2025 WIB

7 Bekal Pengurus KDMP Agar Koperasi Bisa Cepat Melaju


					7 Bekal Pengurus KDMP Agar Koperasi Bisa Cepat Melaju Perbesar

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan rakyat kecil: mendapatkan barang subsidi dengan harga wajar, sekaligus menjadi wadah usaha bersama warga desa. Dari gas LPG 3 kg, pupuk, beras, minyak goreng, hingga produk lokal desa—semua bisa dikelola dan disalurkan melalui koperasi.

Namun, sekuat apa pun konsep KDMP, kunci keberhasilannya tetap berada di tangan pengurus. Pengurus adalah motor penggerak, otak yang berpikir, sekaligus tangan yang bekerja. Tanpa pengurus yang mumpuni, koperasi bisa jalan di tempat, bahkan mati suri. Sebaliknya, dengan pengurus yang solid, KDMP bisa melaju kencang menjadi mesin kesejahteraan desa.

Lalu, apa saja bekal yang harus dimiliki pengurus KDMP? Setidaknya ada tujuh hal utama yang akan menentukan apakah koperasi bisa bertahan dan berkembang.

1. Benar (Jujur & Transparan)

Kejujuran adalah pondasi pertama. Anggota menitipkan uang, kepercayaan, dan harapan kepada pengurus. Jika pengurus tergoda untuk bermain-main dengan uang koperasi, maka kepercayaan akan runtuh dalam sekejap.

“Benar” berarti menjalankan koperasi sesuai aturan AD/ART, jujur dalam laporan keuangan, dan transparan dalam mengambil keputusan. Misalnya, laporan keuangan sebaiknya ditempel di papan pengumuman atau dibagikan lewat grup WhatsApp anggota, agar semua bisa mengawasi.

Tanpa benar, koperasi hanya akan menjadi alat segelintir orang. Tapi dengan benar, KDMP bisa tumbuh menjadi rumah besar tempat semua anggota merasa aman dan dihargai.

2. Luang (Siap Waktu & Tenaga)

Banyak orang yang mau jadi pengurus karena gengsi, tapi sedikit yang benar-benar luang. Luang artinya mau meluangkan waktu, tenaga, bahkan pikiran untuk mengurus koperasi.

Mengurus koperasi bukan sekadar hadir saat rapat tahunan. Itu artinya siap datang lebih awal untuk memastikan barang subsidi sampai ke tangan anggota, siap menjemput bola ketika ada masalah distribusi, dan rela memikirkan solusi ketika anggota kesulitan.

Pengurus yang tidak luang hanya akan membuat koperasi stagnan. Sebaliknya, pengurus yang benar-benar luang akan menularkan semangat kepada anggota lain, sehingga koperasi terasa hidup.

3. Pandai (Kompeten & Visioner)

KDMP tidak boleh jalan di tempat. Ia harus mampu berkembang sesuai zaman. Karena itu, pengurus wajib pandai—mau belajar dan menguasai hal-hal baru.

Pandai bukan berarti harus bergelar tinggi, melainkan memiliki kemauan untuk terus belajar. Dari cara membuat laporan keuangan sederhana, memanfaatkan aplikasi digital untuk pencatatan, hingga memasarkan produk UMKM desa lewat media sosial.

Pengurus yang pandai juga visioner. Ia tidak hanya memikirkan hari ini, tapi juga lima tahun ke depan. Bagaimana KDMP bisa berkembang dari penyalur subsidi menjadi grosir desa, bahkan pusat ekonomi yang menghubungkan desa dengan pasar nasional.

4. Cekatan (Gesit & Tanggap)

Zaman sekarang serba cepat. Kalau koperasi lambat, anggota bisa lari ke tengkulak atau warung lain. Itulah pentingnya pengurus yang cekatan—sigap, tanggap, dan tidak menunda pekerjaan.

Contohnya, ketika stok beras subsidi menipis, pengurus harus cepat mencari jalur distribusi lain. Saat harga pupuk naik, pengurus cekatan menghubungi BUMN penyalur untuk memperjuangkan kuota. Dan ketika ada peluang kemitraan, pengurus segera menyiapkan proposal.

Semakin cekatan pengurus, semakin koperasi dipercaya. Cekatan adalah kemampuan untuk membaca situasi dan bertindak tepat waktu.

5. Komunikatif (Mau Mendengar & Merangkul)

Koperasi adalah milik bersama. Itu artinya komunikasi adalah kunci. Pengurus harus rajin menyampaikan informasi, baik tentang laporan keuangan, rencana usaha, maupun kendala yang dihadapi.

Selain menyampaikan, pengurus juga harus mau mendengar. Kadang anggota punya keluhan kecil, kadang ada usulan sederhana, tapi kalau tidak didengar, bisa menjadi api dalam sekam. Dengan komunikasi yang baik, semua persoalan bisa dimusyawarahkan dan diselesaikan secara bersama.

Pengurus komunikatif akan menciptakan suasana guyub. Anggota merasa dihargai, bukan sekadar pelanggan. Dan dari sinilah lahir loyalitas anggota terhadap koperasi.

6. Siap Kerja Bersama

KDMP lahir dari semangat merah putih—semangat kebersamaan. Pengurus yang baik tidak merasa “paling hebat” sendiri. Mereka sadar, tanpa dukungan anggota, koperasi tidak akan besar.

Siap kerja bersama berarti menggerakkan semua pihak: anggota, perangkat desa, hingga pemuda dan perempuan desa. Misalnya, saat distribusi beras, bisa melibatkan karang taruna. Saat ada pameran produk lokal, bisa menggandeng PKK.

Dengan kerja bersama, koperasi tidak hanya berjalan lebih ringan, tapi juga semakin kuat. Karena koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan gerakan sosial yang menyatukan warga desa.

7. Tahan Uji (Konsisten & Pantang Menyerah)

Perjalanan koperasi tidak selalu mulus. Kadang ada kritik pedas dari anggota, kadang usaha rugi, kadang birokrasi menghambat. Di sinilah pengurus diuji.

Pengurus yang tahan uji tidak mudah menyerah. Mereka konsisten dengan tujuan besar: menyejahterakan anggota. Jika ada masalah, mereka jadikan pelajaran. Jika ada kegagalan, mereka bangkit kembali.

Konsistensi adalah bukti kesungguhan. Koperasi yang bertahan lama selalu dipimpin oleh pengurus yang tahan uji—mereka yang tidak goyah meski diterpa badai.

Penutup: Dari Desa untuk Indonesia

Tujuh bekal ini—benar, luang, pandai, cekatan, komunikatif, siap kerja bersama, dan tahan uji—adalah resep agar KDMP bisa benar-benar melaju.

Bayangkan jika setiap pengurus di ribuan KDMP di seluruh Indonesia memegang teguh tujuh prinsip ini. Barang subsidi pasti sampai ke rakyat kecil dengan harga wajar, produk lokal desa punya pasar lebih luas, dan koperasi tumbuh menjadi motor kemandirian ekonomi bangsa.

KDMP bukan sekadar koperasi biasa. Ia adalah simbol merah putih yang hidup di desa. Dan agar bendera merah putih itu terus berkibar dengan gagah, pengurus KDMP harus siap menjadi pengawal yang jujur, cerdas, cekatan, dan pantang menyerah.

Dari desa, kita bisa membangun Indonesia. Dan KDMP adalah salah satu jalannya. 🚩

 

Artikel ini telah dibaca 450 kali

Baca Lainnya

Menumbuhkan Ekonomi Desa: Sinergi Kuat antara Koperasi Merah Putih dan BUMDES

21 September 2025 - 12:10 WIB

Pengurus KDMP Harus tahu ! Segera Lengkapi Profil, Gerai, dan Proposal Bisnis

12 September 2025 - 08:01 WIB

Inilah 9 Tugas Wajib Desa Agar KDMP Jadi Mesin Kesejahteraan

4 September 2025 - 21:52 WIB

9 Hal Wajib Diketahui, Dipahami, dan Dikerjakan Pengurus Koperasi Merah Putih

4 September 2025 - 21:18 WIB

Grup WA KDMP Jateng: Dari Login Mandek ke Gotong Royong Digital untuk Kopdes

4 September 2025 - 09:58 WIB

Kepala Desa sebagai Penjaga Gerbang Pembiayaan Koperasi Merah Putih

28 Agustus 2025 - 17:52 WIB

Trending di EDUKASI