“Dari Lumbung ke Layar: Cerita Kopdes Merah Putih”
Cerpen oleh: Hilman
Di sebuah desa kecil bernama Desa Padamukti, tinggal seorang bernama Hilman. Ia bukan siapa-siapa, hanya anak seorang petani yang hidup sederhana. Namun Hilman punya satu keinginan besar: membuat desanya maju, tanpa harus meninggalkan akar budayanya.
Setiap hari, ia melihat warga desa antre di kantor koperasi hanya untuk beli sembako, menabung, atau meminjam uang. Sering kali mereka kecewa karena kehabisan stok atau lupa membawa berkas. Di zaman serba digital ini, Hilman merasa desanya tertinggal jauh.
Suatu sore, saat hujan gerimis menyirami ladang, Hilman pulang dari kota dengan membawa kabar baik. Ia baru saja selesai magang di sebuah startup teknologi. Di sana, ia belajar satu hal penting: “desa tidak perlu menjadi kota untuk menjadi maju. Desa hanya butuh alat yang tepat.”
Hilman lalu mengajak pengurus koperasi desa untuk mencoba sesuatu yang baru. Awalnya mereka ragu, tapi Hilman bersikeras. Ia memperkenalkan sebuah aplikasi bernama Kopdes Merah Putih — aplikasi koperasi digital yang bisa diakses langsung dari ponsel.
Mulanya warga bingung. “Mana bisa beli sembako lewat HP?” tanya Bu Wiwin, pemilik warung kecil. Tapi setelah Hilman membantu mengajarkan satu per satu, pelan-pelan semua mulai terbiasa.
Di minggu berikutnya, Pak Rahmat, (Mantan Kepala Desa) seorang petani, bisa memesan pupuk tanpa harus keluar rumah. Bu Yanti meminjam dana pendidikan untuk anaknya lewat fitur Simpan Pinjam, tanpa harus antre. Bahkan Pak Kades Padamukti bisa memantau aktivitas koperasi langsung dari dashboard aplikasi.
Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi alat digital, tapi lambang perubahan. Di balik setiap klik, ada harapan. Di balik setiap transaksi, ada kemajuan. Warga desa kini tak lagi tertinggal informasi atau kesempatan. Mereka mulai percaya bahwa kemajuan bisa lahir dari desa sendiri.
Kini, di setiap pertemuan koperasi, Hilman selalu mengingatkan satu hal:
“Kita tidak meninggalkan desa untuk maju. Kita membawa desa masuk ke masa depan.”
Dan seperti langit sore yang selalu cerah setelah hujan, Desa Padamukti pun perlahan berubah menjadi desa mandiri, digital, dan tetap bersahaja – semua berkat semangat merah putih dari desa untuk Indonesia.
catatan : maaf untuk nama serta jabatan cuma karangan saja
🟥 Kopdes Merah Putih – Dari Desa, Untuk Negeri.
Pegiat digitalisasi desa dan pengembang aplikasi Kopdes Merah Putih, aktif mendorong transformasi koperasi berbasis teknologi di seluruh wilayah Indonesia.

















