Menu

Mode Gelap
Terima Audiensi Bupati Tana Toraja, Wamendes Ariza Minta Pemkab Sukseskan Program MBG

CERPEN · 8 Jun 2025 WIB

Dari Lumbung ke Layar Android


					Dari Lumbung ke Layar Android Perbesar

“Dari Lumbung ke Layar: Cerita Kopdes Merah Putih”

Cerpen oleh: Hilman

Di sebuah desa kecil bernama Desa Padamukti, tinggal seorang bernama Hilman. Ia bukan siapa-siapa, hanya anak seorang petani yang hidup sederhana. Namun Hilman  punya satu keinginan besar: membuat desanya maju, tanpa harus meninggalkan akar budayanya.

Setiap hari, ia melihat warga desa antre di kantor koperasi hanya untuk beli sembako, menabung, atau meminjam uang. Sering kali mereka kecewa karena kehabisan stok atau lupa membawa berkas. Di zaman serba digital ini, Hilman  merasa desanya tertinggal jauh.

Suatu sore, saat hujan gerimis menyirami ladang, Hilman  pulang dari kota dengan membawa kabar baik. Ia baru saja selesai magang di sebuah startup teknologi. Di sana, ia belajar satu hal penting: “desa tidak perlu menjadi kota untuk menjadi maju. Desa hanya butuh alat yang tepat.”

Hilman  lalu mengajak pengurus koperasi desa untuk mencoba sesuatu yang baru. Awalnya mereka ragu, tapi Hilman  bersikeras. Ia memperkenalkan sebuah aplikasi bernama Kopdes Merah Putih — aplikasi koperasi digital yang bisa diakses langsung dari ponsel.

Mulanya warga bingung. “Mana bisa beli sembako lewat HP?” tanya Bu Wiwin, pemilik warung kecil. Tapi setelah Hilman  membantu mengajarkan satu per satu, pelan-pelan semua mulai terbiasa.

Di minggu berikutnya, Pak Rahmat, (Mantan Kepala Desa) seorang petani, bisa memesan pupuk tanpa harus keluar rumah. Bu Yanti meminjam dana pendidikan untuk anaknya lewat fitur Simpan Pinjam, tanpa harus antre. Bahkan Pak Kades Padamukti bisa memantau aktivitas koperasi langsung dari dashboard aplikasi.

Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi alat digital, tapi lambang perubahan. Di balik setiap klik, ada harapan. Di balik setiap transaksi, ada kemajuan. Warga desa kini tak lagi tertinggal informasi atau kesempatan. Mereka mulai percaya bahwa kemajuan bisa lahir dari desa sendiri.

Kini, di setiap pertemuan koperasi, Hilman  selalu mengingatkan satu hal:

“Kita tidak meninggalkan desa untuk maju. Kita membawa desa masuk ke masa depan.”

Dan seperti langit sore yang selalu cerah setelah hujan, Desa Padamukti pun perlahan berubah menjadi desa mandiri, digital, dan tetap bersahaja – semua berkat semangat merah putih dari desa untuk Indonesia.

catatan : maaf untuk nama serta jabatan cuma karangan saja

🟥 Kopdes Merah Putih – Dari Desa, Untuk Negeri.

 

Artikel ini telah dibaca 66 kali

Baca Lainnya

Menyalakan Asa dari Tikar Yasinan: Cerita dari Belantara Gambut

18 Juni 2025 - 11:27 WIB

Debat di Bawah Pohon Waru

8 Juni 2025 - 19:52 WIB

KopDes Merah Putih: Dari Balai Desa ke Pusat Perubahan

30 Mei 2025 - 13:07 WIB

Obrolan Pakde dan Menulis Kisah Pendamping Desa

28 Mei 2025 - 20:34 WIB

Trending di CERPEN