Bayangkan dapur warga desa tak lagi bergantung pada tengkulak gas. Tak perlu antre sejak subuh, tak takut harga melonjak. Kini, LPG 3 Kg bisa datang dari koperasi sendiri dari tetangga, dari kampung, dari kita.
Itu bukan angan-angan. Itu kenyataan baru setelah terbitnya Keputusan Menteri ESDM Nomor 249 Tahun 2025.
Pemerintah secara resmi menugaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) untuk menjadi Sub Pangkalan LPG Subsidi 3 Kg, mendistribusikan langsung kepada petani, nelayan, usaha mikro, dan rumah tangga sasaran.
Tapi pertanyaan banyak pengurus muncul:
“Bagaimana kalau koperasi belum punya modal kerja?”
Jawabannya: bisa tetap jalan, asal gunakan sistem setor beli.
Apa Itu Kepmen 249/2025?
Inti dari keputusan ini:
- KDMP menjadi mitra resmi distribusi LPG subsidi 3 Kg
- Target distribusi: rumah tangga miskin, petani, nelayan, dan UMK
- Pangkalan LPG wajib menggandeng koperasi desa
- KDMP harus memiliki izin resmi KBLI 47772 (Sub Pangkalan LPG)
- Koperasi wajib menjamin keamanan dan transparansi distribusi
Inilah momen emas bagi koperasi: dipercaya negara untuk mendistribusikan energi rakyat.
Hitung-Hitungan Bisnis Sub Pangkalan KDMP
Ilustrasi Konvensional (Dengan Modal Kas)
- Jumlah tabung: 1.000/bulan
- Harga beli dari agen: Rp 12.750
- Harga jual ke warga (HET): Rp 18.000
- Margin: Rp 5.250/tabung
Keuntungan kotor = Rp 5.250.000
Biaya distribusi dan operasional: ±Rp 2 juta
Pajak dan pengelolaan: ±Rp 250 ribu
Keuntungan bersih: ±Rp 3 juta/bulan
Tapi bagaimana kalau koperasi belum punya modal Rp 12 juta ke atas untuk tebus 1.000 tabung? Jawabannya: pakai sistem setor beli.
Strategi Cerdas: Jalankan Koperasi Tanpa Modal Kerja
Apa Itu Sistem Setor Beli?
Alih-alih koperasi menebus tabung di awal, warga desa membayar lebih dulu ke koperasi. Setelah uang terkumpul, koperasi baru menebus ke pangkalan dan mengatur distribusi.
Cara Kerjanya:
- Warga setor uang (misal Rp 18.000/tabung) ke koperasi
- Koperasi kumpulkan pesanan dan catat data pembeli
- Setelah kuota cukup (misal 100 tabung), koperasi tebus ke pangkalan
- LPG dikirim, lalu koperasi antar ke titik kumpul atau rumah warga
Sistem ini tanpa utang, tanpa tabungan, tapi tetap untung.
Simulasi Keuntungan Sistem Setor Beli
- Warga setor: 100 × Rp 18.000 = Rp 1.800.000
- Biaya beli dari pangkalan: 100 × Rp 12.750 = Rp 1.275.000
- Biaya distribusi: 100 × Rp 750 = Rp 75.000
- Total biaya: Rp 1.350.000
- Sisa margin koperasi: Rp 450.000 per 100 tabung
Kalau bisa jalankan 1.000 tabung per bulan → potensi margin Rp 4,5 juta/bulan
Bersih dari warga, tanpa pinjaman, tanpa modal usaha.
Langkah Praktis untuk Pengurus KDMP
- Urus Perizinan Sub Pangkalan
- Akses OSS (https://oss.go.id)
- Ajukan izin KBLI 47772
- Siapkan akta koperasi, NIB, SK, dan NPWP
- Bangun Sistem Setor Beli
- Siapkan catatan pesanan warga
- Buat sistem pembayaran (tunai, QRIS, transfer)
- Beri kupon/nota ke warga sebagai bukti
- Atur Distribusi Efisien
- Tentukan hari pengiriman
- Pakai titik kumpul (Balai Desa, pos RW)
- Siapkan kurir lokal (motor, gerobak, pick-up)
- Libatkan Masyarakat
- Bentuk tim kontrol warga
- Pastikan LPG benar-benar sampai ke warga yang berhak
- Sampaikan laporan distribusi ke desa setiap bulan
Keuntungan Sistem Ini untuk KDMP
| Aspek | Keuntungan |
| Modal | Tidak perlu modal kerja besar |
| Risiko | Minim karena hanya beli sesuai pesanan |
| Transparansi | Warga setor langsung → koperasi jujur dan terukur |
| Keuangan | Margin bisa diputar untuk modal atau usaha lain |
| Kepuasan warga | Tidak perlu antre, harga stabil, langsung dari tetangga sendiri |
Edukasi Warga Adalah Kunci
Sampaikan ke warga:
- LPG 3 Kg dari koperasi hanya untuk warga sasaran
- Harga sesuai HET
- Harus setor duluan supaya adil dan efisien
- Koperasi tidak boleh “main-main” dengan subsidi
Gunakan pamflet, pengumuman di mushola, grup WhatsApp RT, dan pengajian.
Catatan Etik dan Hukum
- Jangan stok tanpa izin resmi
- Selalu koordinasi dengan pangkalan LPG terdaftar
- Catat semua transaksi: uang masuk, tabung keluar, nama warga
- Pajak tetap dihitung dari margin usaha sesuai aturan
Bangun Energi Gotong Royong
Sahabat pengurus koperasi,
Kita bukan hanya menjual gas. Kita sedang mendistribusikan keadilan energi.
Dengan cara cerdas seperti setor beli, koperasi tetap bisa maju meski tanpa kas besar. Kita jujur, akuntabel, dan mengabdi.
“Dari desa, oleh desa, untuk rakyat.”
Inilah koperasi. Inilah Indonesia yang sesungguhnya.















