Menu

Mode Gelap
Terima Audiensi Bupati Tana Toraja, Wamendes Ariza Minta Pemkab Sukseskan Program MBG

EDUKASI · 2 Agu 2025 WIB

Cara Mudah Mengelola Data Anggota dan Bisnis Koperasi Desa Merah Putih dengan Kooperasi.com


					Cara Mudah Mengelola Data Anggota dan Bisnis Koperasi Desa Merah Putih dengan Kooperasi.com Perbesar

Era Baru untuk Koperasi Desa

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah harapan baru bagi gerakan ekonomi rakyat. Dibentuk dari semangat gotong royong, koperasi ini hadir di banyak desa sebagai jawaban atas kegagalan pendekatan pembangunan yang terlalu birokratis atau terlalu pasar. Namun, semangat saja tidak cukup. Banyak KDMP yang mengalami kesulitan dalam mengelola data anggota, simpan pinjam, atau transaksi usaha karena belum punya sistem yang rapi dan efisien.

Nah, di sinilah teknologi datang menawarkan solusi. Salah satunya adalah Kooperasi.com – sebuah platform digital yang bisa menjadi “otak” dan “lengan kanan” bagi pengelola koperasi. Platform ini membantu koperasi menjalankan operasionalnya secara modern, transparan, dan ringan, bahkan hanya lewat WhatsApp!

Yuk kita bahas bagaimana Kooperasi.com bisa membantu KDMP bekerja lebih mudah, efisien, dan siap tumbuh besar.

1. Semua Data Anggota Tercatat Otomatis dan Rapi

Bayangkan jika pengelola koperasi tidak lagi direpotkan dengan pencatatan manual. Tak ada lagi tumpukan kertas simpanan pokok dan simpanan wajib. Dengan Kooperasi.com, semua data anggota tersimpan secara digital: mulai dari nama, nomor anggota, jenis simpanan, hingga riwayat transaksi.

Lebih dari itu, sistemnya sudah terstandarisasi secara nasional sesuai standar akuntansi koperasi. Jadi, pengelolaan tidak hanya praktis, tapi juga akuntabel. Laporan bisa dicetak kapan saja, tanpa harus buka tumpukan buku besar.

Ini membuat proses pengambilan keputusan di rapat anggota menjadi lebih berbasis data, bukan cuma katanya.

2. WhatsApp Banking: Transaksi Semudah Chatting

Inilah fitur yang paling menarik dari Kooperasi.com: WhatsApp Banking. Tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan, anggota koperasi bisa cek saldo, bayar pinjaman, setor simpanan, hingga buka tabungan — hanya lewat WhatsApp!

Setiap anggota koperasi cukup menyimpan nomor WhatsApp koperasi, dan sistem akan merespons otomatis. Fitur ini sangat cocok untuk masyarakat desa yang sudah terbiasa menggunakan WhatsApp, namun belum tentu akrab dengan aplikasi-aplikasi keuangan digital lain.

Bayangkan betapa mudahnya pengurus koperasi melakukan edukasi digital kepada warga, cukup dengan berkata: “Bu, tinggal buka WA saja, nanti saldo simpanannya bisa dicek sendiri.”

3. Fitur Pengingat Pembayaran: Tidak Perlu Tagih-Tagih Manual

Salah satu masalah klasik di koperasi simpan pinjam adalah keterlambatan pembayaran cicilan. Pengurus sering kerepotan harus menagih satu per satu. Nah, Kooperasi.com punya fitur auto-flagging: sistem akan otomatis mengingatkan anggota melalui WhatsApp H-3 sebelum jatuh tempo.

Kalau masih tidak bayar hingga 90 hari, sistem akan otomatis mencatat sebagai gagal bayar dan bisa langsung diklaim ke asuransi (jika koperasi ikut fitur ini).

Ini bukan hanya mengurangi stres pengurus, tapi juga mendisiplinkan budaya bayar pinjaman di koperasi.

4. Proteksi Simpanan & Pinjaman: Ada Asuransi Gagal Bayar

Kooperasi.com punya dua fitur proteksi finansial:

  • Asuransi Gagal Bayar: Jika ada anggota gagal bayar, koperasi tetap bisa mengklaim hingga 75% dari sisa pinjaman pokok.
  • Asuransi Simpanan: Simpanan anggota dijamin, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

Artinya, anggota lebih percaya menitipkan uangnya di koperasi, dan pengurus tidak khawatir lagi uang koperasi macet di jalan.

Ini fitur pertama di Indonesia untuk koperasi yang diciptakan khusus sebagai mitigasi risiko di akar rumput. Koperasi Desa Merah Putih pun bisa tenang dalam mengembangkan bisnisnya.

5. Ada Marketplace & Sistem POS untuk Koperasi Serba Usaha

Tidak semua koperasi hanya simpan pinjam. Banyak KDMP juga bergerak di sektor dagang dan produksi. Misalnya: menjual sembako, hasil panen, produk UMKM desa, atau jasa pertanian.

Nah, Kooperasi.com juga terintegrasi dengan:

  • Marketplace Reseller: koperasi bisa punya toko online sendiri, lengkap dengan e-katalog produk.
  • Sistem POS (Point of Sales): cocok untuk koperasi yang punya toko, warung, atau layanan kasir. Semua transaksi bisa tercatat otomatis.

Dan yang menarik: semuanya tetap terhubung ke sistem WhatsApp Banking. Jadi, tidak perlu belajar sistem baru — semua cukup lewat WA.

6. Biaya Terjangkau, Bisa Mulai Gratis

Banyak yang khawatir: “Wah, kalau secanggih ini pasti mahal.” Ternyata tidak.

Beberapa fitur dasar seperti manajemen anggota dan laporan keuangan bisa diakses gratis. Koperasi cukup daftar dan mulai menggunakannya. Baru kalau ingin menambah fitur (seperti WA Banking atau Asuransi), ada biaya langganan: hanya Rp1,5 juta per bulan, sudah termasuk sistem web, WA Banking, marketplace, dan POS.

Dengan biaya sebesar itu, koperasi bisa tampil profesional dan modern, setara lembaga keuangan skala kota.

7. Dukungan & Pendampingan: Tidak Dibiarkan Sendiri

Selain platform, tim Kooperasi.com juga memberikan pendampingan langsung untuk koperasi yang baru berjalan. Mereka bisa membantu membuat model bisnis koperasi, merancang diversifikasi usaha, hingga mencari mitra strategis.

Bahkan, ada cerita sukses dari koperasi di Bali yang didampingi untuk mengelola bisnis cold storage berbasis potensi lokal.

Artinya, Kooperasi.com bukan sekadar alat digital, tapi juga teman seperjalanan bagi koperasi untuk naik kelas.

Penutup: Saatnya Koperasi Desa Melangkah Maju

Sudah bukan zamannya lagi koperasi desa jalan sendiri, manual, dan kebingungan saat harus bikin laporan. Kooperasi.com hadir sebagai jembatan antara semangat gotong royong desa dan kecanggihan teknologi.

Dengan sistem yang mudah, murah, dan bisa langsung dipakai lewat WhatsApp, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengelola koperasi secara profesional.

Kalau koperasi desa ingin dipercaya, ingin efisien, ingin tumbuh — maka digitalisasi adalah keniscayaan. Dan Kooperasi.com adalah salah satu cara termudah untuk memulainya.

Tertarik mencoba?
Silakan kunjungi kooperasi.com atau hubungi tim mereka untuk mulai uji coba. Jadikan koperasi desa Anda bagian dari gerakan ekonomi digital berbasis komunitas!

 

Artikel ini telah dibaca 492 kali

Baca Lainnya

Menumbuhkan Ekonomi Desa: Sinergi Kuat antara Koperasi Merah Putih dan BUMDES

21 September 2025 - 12:10 WIB

Pengurus KDMP Harus tahu ! Segera Lengkapi Profil, Gerai, dan Proposal Bisnis

12 September 2025 - 08:01 WIB

7 Bekal Pengurus KDMP Agar Koperasi Bisa Cepat Melaju

6 September 2025 - 08:43 WIB

Inilah 9 Tugas Wajib Desa Agar KDMP Jadi Mesin Kesejahteraan

4 September 2025 - 21:52 WIB

9 Hal Wajib Diketahui, Dipahami, dan Dikerjakan Pengurus Koperasi Merah Putih

4 September 2025 - 21:18 WIB

Grup WA KDMP Jateng: Dari Login Mandek ke Gotong Royong Digital untuk Kopdes

4 September 2025 - 09:58 WIB

Trending di EDUKASI